Prajurit Satgas Mobile Yonif 733/Masariku Gelar Makan Bergizi Gratis di SD Rimba Mumugu Papua Lewat Program “Masariku Peduli Gizi”

 

Asmat, Papua PW Dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak-anak di daerah pedalaman, prajurit Satgas Mobile Yonif 733/Masariku menggelar kegiatan makan bergizi gratis bagi para siswa di SD Rimba Mumugu, Kabupaten Asmat, Papua.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program kemanusiaan bertajuk “Masariku Peduli Gizi”, yang digagas untuk membantu menurunkan angka kekurangan gizi di wilayah Papua.

Kegiatan berlangsung pada hari Senin (21/7), dan disambut antusias oleh para siswa dan tenaga pengajar di SD Rimba Mumugu. Puluhan anak terlihat ceria saat menikmati hidangan bergizi yang disiapkan langsung oleh prajurit Satgas bersama warga sekitar.

Menu yang disajikan meliputi nasi, lauk bergizi, sayur, buah-buahan, dan susu, yang disesuaikan dengan kebutuhan gizi anak-anak usia sekolah.

Komandan Satgas Yonif 733/Masariku, Letkol Inf Julius Jongen Matakena, menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kepedulian TNI terhadap kondisi kesehatan generasi muda di Papua, khususnya di daerah terpencil yang sulit dijangkau oleh layanan kesehatan dan pendidikan secara maksimal.

“Kami hadir bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat. Melalui program ‘Masariku Peduli Gizi’, kami ingin memberikan kontribusi langsung agar anak-anak di sini bisa tumbuh sehat dan cerdas,” ujar Letkol Inf Julius.

Kepala Sekolah SD Rimba Mumugu, Ibu Sinta S.Pd., menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan bantuan yang diberikan oleh Satgas. Ia menyebutkan bahwa kegiatan ini sangat membantu anak-anak yang sebagian besar berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

“Anak-anak sangat senang dan merasa diperhatikan. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut,” ungkap Ibu Sinta.

Program “Masariku Peduli Gizi” direncanakan akan terus dilaksanakan secara berkala di berbagai titik penugasan Satgas Yonif 733/Masariku selama bertugas di Papua, sebagai bagian dari pendekatan teritorial yang humanis dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.@/red

Related posts